Pasar crypto memasuki awal pekan dengan kondisi yang tidak sederhana. Bitcoin masih bertahan di sekitar area US$80.000 setelah rebound tajam pada akhir pekan lalu, tetapi pasar obligasi Amerika Serikat kembali memberikan tekanan yang perlu diperhatikan.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun telah bergerak mendekati 5 persen. Pada saat yang sama, yield tenor 2 tahun berada di sekitar 4,75 persen. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar obligasi masih menyesuaikan ekspektasi terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang tetap ketat lebih lama.
Tekanan dari Federal Reserve
Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 sampai 4,00 persen. Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve juga menunjukkan bahwa masalah inflasi belum dianggap selesai.
Inflasi inti masih berada jauh di atas target 2 persen. Tekanan harga juga tidak hanya berasal dari energi. Kondisi tersebut membuat pasar harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa suku bunga masih dapat bertahan tinggi atau kembali dinaikkan apabila proses disinflasi tidak berlanjut.
Bagi aset berisiko, kombinasi suku bunga tinggi dan yield obligasi yang meningkat dapat memperketat kondisi finansial. Treasury dengan imbal hasil tinggi menjadi alternatif yang semakin kompetitif terhadap aset yang tidak menghasilkan arus kas seperti Bitcoin.
Bitcoin Masih Menunjukkan Ketahanan
Di tengah tekanan tersebut, Bitcoin sejauh ini masih mampu mempertahankan sebagian besar rebound yang terjadi setelah penurunan tajam sebelumnya. Kemampuan BTC bertahan di sekitar US$80.000 menjadi salah satu indikator penting untuk menilai apakah tekanan dari pasar obligasi mulai diterjemahkan menjadi pengurangan risiko yang lebih luas.
Ketahanan ini juga terjadi setelah arus dana ETF Bitcoin kembali positif pada akhir pekan lalu. Selain itu, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat tetap bergerak melalui jalur regulator meskipun legislasi crypto yang lebih luas mengalami hambatan di Senat.
Namun kondisi tersebut belum menghilangkan risiko makro. Yield Treasury yang mendekati 5 persen berarti pasar crypto tetap sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga, inflasi, minyak, dan permintaan terhadap obligasi pemerintah AS.
Risiko Likuiditas Global
Pasar juga menghadapi peningkatan kebutuhan pembiayaan pemerintah Amerika Serikat. Proyeksi penerbitan Treasury bills dalam jumlah besar selama tahun mendatang dapat memengaruhi distribusi likuiditas di sistem keuangan.
Permintaan terhadap instrumen jangka pendek masih kuat, tetapi ketergantungan yang lebih besar pada pembiayaan jangka pendek membuat perkembangan yield dan kebijakan Federal Reserve semakin relevan untuk aset berisiko.
Kondisi China juga belum memberikan dorongan likuiditas baru. Bank sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada September. Ruang untuk pelonggaran agresif terlihat terbatas karena perbedaan yield dengan Amerika Serikat sudah sangat lebar.
Apa yang Perlu Dipantau
Fokus pasar berikutnya berada pada kemampuan Bitcoin mempertahankan struktur pemulihannya ketika pasar obligasi AS kembali aktif pada awal pekan.
Jika yield Treasury terus meningkat dan menembus kembali area 5 persen secara berkelanjutan, tekanan terhadap valuasi aset berisiko dapat meningkat. Sebaliknya, stabilisasi yield dapat memberi ruang bagi pasar crypto untuk menilai kembali perkembangan regulasi dan arus modal institusional tanpa tekanan tambahan dari pasar obligasi.
Untuk saat ini, struktur Bitcoin menunjukkan ketahanan, tetapi lingkungan makro belum dapat disebut longgar. Pergerakan yield Treasury tetap menjadi salah satu variabel utama yang dapat mengubah sentimen pasar dalam beberapa hari mendatang.
