Pasar crypto memasuki awal pekan dengan kombinasi makro yang lebih seimbang dibanding beberapa sesi sebelumnya. Tekanan dari energi mulai mereda setelah harga minyak turun pada perdagangan Asia, tetapi kondisi finansial belum benar-benar longgar karena yield Treasury AS tetap berada di area yang tinggi.
Tekanan energi mulai mereda
WTI turun ke sekitar US$99,76 per barel dan Brent berada di sekitar US$103,54. Penurunan terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan berkepanjangan dari Arab Saudi mulai berkurang. Ekspektasi bahwa jalur pipa East-West dapat kembali beroperasi sebagian dalam beberapa hari membantu mengurangi premi risiko yang sebelumnya mendorong harga energi naik tajam.
Perkembangan ini penting bagi pasar karena lonjakan minyak sebelumnya menjadi salah satu sumber kekhawatiran inflasi baru. Jika tekanan energi terus mereda, risiko tambahan terhadap inflasi dari sisi komoditas dapat berkurang. Namun kondisi tersebut belum cukup untuk mengubah arah kebijakan moneter secara langsung.
Yield AS tetap menjadi hambatan utama
Yield Treasury AS 10 tahun masih berada sangat dekat dengan 5 persen setelah sempat menembus level tersebut pada pekan sebelumnya. Tingkat yield yang tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan sekaligus menaikkan biaya modal bagi pasar global.
Pasar juga masih menilai kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada Oktober. Ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa investor belum melihat kenaikan suku bunga terbaru sebagai akhir yang pasti dari siklus pengetatan.
Dolar tetap relatif kuat di tengah perbedaan kebijakan global. Kondisi ini membuat penurunan harga minyak belum otomatis berubah menjadi lingkungan likuiditas yang lebih mendukung aset berisiko.
Implikasi terhadap Bitcoin dan pasar crypto
Bitcoin masih bergerak di sekitar kawasan US$80.000 setelah pemulihan dari tekanan yang terjadi sebelumnya. Kemampuan mempertahankan kawasan tersebut menunjukkan bahwa pasar crypto belum sepenuhnya mengikuti tekanan dari pasar obligasi. Namun yield mendekati 5 persen tetap menjadi variabel yang perlu diperhatikan karena perubahan cepat pada obligasi dapat memengaruhi likuiditas dan valuasi aset berisiko.
Penurunan minyak dapat menjadi perkembangan konstruktif apabila berlanjut karena tekanan inflasi dari energi akan berkurang. Sebaliknya, apabila gangguan pasokan kembali memburuk dan minyak kembali naik, pasar dapat kembali meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter.
Fokus berikutnya
Pasar perlu melihat apakah penurunan minyak bertahan setelah perdagangan global kembali aktif dan apakah yield Treasury mulai turun secara konsisten dari kawasan 5 persen. Kombinasi minyak yang lebih rendah dan yield yang melemah akan menghasilkan latar makro yang lebih ringan bagi crypto. Jika yield tetap tinggi meskipun minyak turun, tekanan dari kebijakan moneter dan biaya modal kemungkinan masih menjadi faktor dominan.
Untuk saat ini, kondisi makro menunjukkan perbaikan terbatas dari sisi energi, tetapi belum memberikan konfirmasi bahwa tekanan likuiditas global telah berakhir.
