QERVI logo

Lonjakan Minyak dan Yield Treasury Menambah Tekanan pada Pasar Menjelang FOMC

Harga minyak kembali melonjak setelah gangguan pada infrastruktur energi Arab Saudi, sementara yield Treasury AS 10 tahun bertahan di sekitar level 5 persen. Kombinasi ini memperkuat kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan pada aset berisiko termasuk Bitcoin menjelang keputusan Federal Reserve.

Ilustrasi pasar global dengan Bitcoin, grafik harga minyak, yield Treasury AS dan Federal Reserve menjelang keputusan FOMC #Sources Reuters — Oil prices climb as attacks, pipeline
Ilustrasi pasar global dengan Bitcoin, grafik harga minyak, yield Treasury AS dan Federal Reserve menjelang keputusan FOMC #Sources Reuters — Oil prices climb as attacks, pipeline

Pasar global kembali menghadapi kombinasi yang kurang nyaman bagi aset berisiko. Harga minyak naik tajam setelah serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi memicu penghentian East-West Pipeline, sementara yield Treasury AS tetap berada di level tinggi menjelang keputusan Federal Reserve.

Reuters melaporkan Brent naik ke sekitar US$105,89 per barel dan WTI ke sekitar US$102,29. Gangguan pada East-West Pipeline menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan alternatif penting bagi ekspor minyak Saudi di tengah ketidakpastian pasokan kawasan Teluk.

Tekanan inflasi kembali menjadi fokus

Lonjakan minyak menjadi relevan bagi pasar crypto bukan hanya melalui sentimen geopolitik. Harga energi yang bertahan tinggi dapat memperpanjang tekanan inflasi dan membuat jalur kebijakan moneter Federal Reserve semakin sulit diprediksi.

Pada saat yang sama, yield Treasury AS 10 tahun telah bergerak di sekitar dan sempat melewati 5 persen. Reuters mencatat pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Fed sangat tinggi menjelang keputusan pekan ini. Yield yang tinggi meningkatkan daya tarik aset bebas risiko dan biasanya menjadi hambatan bagi valuasi aset berisiko.

Bitcoin ikut kehilangan momentum

Bitcoin turun dari area tertinggi Senin di sekitar US$79.500 menuju area US$77.000 pada perdagangan Selasa. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar secara bersamaan menghadapi ketidakpastian CLARITY Act, kenaikan minyak, yield Treasury yang tinggi, dan keputusan Fed yang semakin dekat.

Belum tepat mengaitkan seluruh pelemahan Bitcoin dengan satu katalis. Kondisi saat ini lebih mencerminkan akumulasi beberapa faktor risk-off yang muncul bersamaan. Ketidakpastian regulasi menekan sentimen crypto secara spesifik, sementara minyak dan yield memberi tekanan lebih luas pada aset berisiko global.

Apa yang perlu diperhatikan selanjutnya

Arah minyak menjadi penting karena gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama dapat mempertahankan tekanan inflasi. Pasar juga perlu melihat apakah yield Treasury 10 tahun mampu bertahan di atas area 5 persen atau kembali turun setelah keputusan Fed.

Untuk Bitcoin, kemampuan mempertahankan struktur di sekitar area US$76.000 sampai US$77.000 menjadi penting dalam jangka pendek. Pemulihan kembali ke atas area US$79.000 akan menunjukkan tekanan risk-off mulai diserap. Sebaliknya, pelemahan lanjutan bersamaan dengan kenaikan yield dan minyak akan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam.

Fokus utama pasar sekarang bukan hanya keputusan suku bunga Fed. Pernyataan kebijakan dan komunikasi mengenai inflasi akan menentukan apakah lonjakan energi terbaru dianggap sebagai gangguan sementara atau risiko yang dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.