Bitcoin memperpanjang reli hingga menembus US$86.000 dan mencetak level tertinggi sekitar delapan bulan. Breakout ini membawa harga semakin jauh dari puncak range September di sekitar US$82.300 yang sebelumnya menjadi hambatan utama.
Namun perkembangan terbaru di pasar derivatif membuat struktur reli perlu dibaca lebih hati-hati. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi pasar crypto mencapai sekitar US$746 juta dan sekitar US$648 juta berasal dari posisi short. Pada saat yang sama, open interest justru meningkat sekitar 7,6% menjadi US$156 miliar.
Leverage Tidak Hilang Setelah Short Squeeze
Kenaikan open interest ketika banyak posisi short baru saja dipaksa keluar menunjukkan bahwa leverage tidak benar-benar meninggalkan pasar. Posisi baru masuk cukup cepat untuk menggantikan sebagian posisi yang terlikuidasi.
Kondisi ini berbeda dari deleveraging yang lebih bersih, ketika harga naik sementara open interest turun karena posisi bearish ditutup tanpa langsung digantikan oleh leverage baru. Dengan open interest dan volume yang sama-sama meningkat, pasar sekarang memasuki fase ketika pergerakan harga dapat menjadi lebih sensitif terhadap perubahan positioning.
Permintaan Spot Menjadi Ujian Berikutnya
Reli Bitcoin tidak hanya mendapat dukungan dari likuidasi short. Arus dana ETF spot AS kembali positif dan permintaan institusional juga membaik. Faktor tersebut membantu memberi fondasi yang lebih sehat dibanding reli yang sepenuhnya digerakkan oleh derivatif.
Meski demikian, setelah akselerasi harga yang cepat, keberlanjutan struktur akan semakin bergantung pada apakah pembelian spot tetap hadir ketika tekanan short covering mulai berkurang. Jika open interest terus naik jauh lebih cepat daripada permintaan spot, risiko volatilitas dua arah juga meningkat.
Struktur Harga Tetap Menguat
Secara teknikal, breakout di atas area US$82.000 hingga US$83.000 tetap menjadi perubahan struktur penting. Area tersebut sebelumnya menjadi resistance utama dan sekarang menjadi wilayah yang perlu dipertahankan agar breakout tetap konstruktif.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area breakout, struktur jangka pendek tetap lebih kuat dibanding awal September. Sebaliknya, kehilangan kembali area tersebut setelah ekspansi leverage yang cepat akan meningkatkan risiko bahwa sebagian reli terakhir lebih banyak berasal dari positioning daripada perubahan permintaan yang berkelanjutan.
Makro Memberi Ruang, Belum Menjadi Tailwind Penuh
Lingkungan makro juga membaik dibanding pekan lalu. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun kembali ke sekitar 4,96% setelah sempat melewati 5%, sementara harga minyak melemah mendekati US$100 per barel. Penurunan kedua tekanan tersebut membantu aset berisiko, termasuk crypto.
Namun Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga dan pasar masih memperhitungkan kemungkinan pengetatan tambahan. Artinya, kondisi finansial belum dapat dianggap longgar dan kenaikan yield yang baru dapat kembali menjadi hambatan bagi Bitcoin.
Fokus Pasar Berikutnya
Perubahan utama yang perlu dipantau sekarang bukan lagi apakah Bitcoin mampu menembus resistance September. Breakout tersebut sudah terjadi. Fokus bergeser pada kualitas pergerakan setelah breakout, terutama hubungan antara harga spot, arus ETF, open interest, dan likuidasi.
Jika permintaan spot tetap kuat sementara leverage stabil, breakout memiliki fondasi yang lebih sehat. Jika leverage terus meningkat tanpa dukungan pembelian spot yang sebanding, pasar dapat menjadi semakin rapuh terhadap perubahan sentimen dan likuidasi dua arah.
