QERVI logo

FOMC Jadi Ujian Utama Pasar Crypto Setelah Tekanan Regulasi AS

Bitcoin bertahan di sekitar area US$75 ribu menjelang keputusan Federal Reserve. Pasar kini menunggu keputusan suku bunga, proyeksi ekonomi, dot plot, dan konferensi pers Kevin Warsh setelah kegagalan CLARITY Act menambah tekanan pada aset crypto.

Bitcoin dan Federal Reserve menjelang keputusan FOMC September 2026 #Sources Federal Reserve — federalreserve.gov Reuters — Crypto bill's defeat shows limits of industry's politica
Bitcoin dan Federal Reserve menjelang keputusan FOMC September 2026 #Sources Federal Reserve — federalreserve.gov Reuters — Crypto bill's defeat shows limits of industry's politica

Pasar crypto memasuki salah satu periode paling sensitif minggu ini menjelang keputusan Federal Open Market Committee pada Rabu waktu Amerika Serikat. Federal Reserve dijadwalkan merilis keputusan kebijakan pada pukul 14.00 ET, dilanjutkan konferensi pers Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sekitar 30 menit kemudian.

Bitcoin berada di bawah tekanan menjelang keputusan tersebut. Harga diperdagangkan di sekitar US$75 ribu setelah sebelumnya berada mendekati US$82 ribu sekitar dua pekan lalu. Ethereum dan sejumlah aset besar juga melemah, menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati menghadapi kombinasi risiko kebijakan moneter dan ketidakpastian regulasi.

Pasar tidak hanya menunggu angka suku bunga

Ekspektasi pasar mengarah pada kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Karena skenario tersebut sudah banyak diperhitungkan, reaksi pasar berpotensi lebih ditentukan oleh informasi yang menyertai keputusan daripada perubahan suku bunga itu sendiri.

Perhatian utama akan tertuju pada Summary of Economic Projections, dot plot terbaru, serta penjelasan Warsh mengenai inflasi dan arah kebijakan berikutnya. Perubahan proyeksi jalur suku bunga dapat memengaruhi Treasury yields, dolar AS, saham teknologi, dan pada akhirnya selera risiko terhadap crypto.

Nada yang menunjukkan kebijakan ketat perlu dipertahankan lebih lama dapat menjaga tekanan pada aset berisiko. Sebaliknya, jika proyeksi kebijakan tidak seketat yang dikhawatirkan pasar, volatilitas dapat bergerak ke arah sebaliknya.

Tekanan crypto tidak berasal dari FOMC saja

Situasi kali ini berbeda karena pasar crypto juga baru menerima tekanan dari sisi regulasi. Senat AS gagal memajukan CLARITY Act setelah procedural cloture vote tidak mencapai ambang 60 suara. Reuters melaporkan hasil pemungutan suara 49 berbanding 50 untuk tidak memajukan rancangan tersebut.

Dampaknya tidak terbatas pada harga Bitcoin. Data yang dilaporkan CoinDesk menunjukkan ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar sekitar US$450 juta, yang merupakan arus keluar terbesar sejak Juni. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan regulasi telah ikut memengaruhi positioning investor menjelang FOMC.

Apa yang perlu diperhatikan setelah keputusan

Reaksi beberapa menit pertama setelah keputusan tidak selalu menggambarkan arah pasar berikutnya. Bitcoin dapat mengalami pergerakan dua arah ketika headline suku bunga keluar, kemudian kembali berubah setelah pasar membaca dot plot dan mendengar konferensi pers.

Area sekitar US$75 ribu menjadi bagian penting dari struktur jangka pendek karena harga sedang mengujinya ketika volatilitas event meningkat. Kemampuan Bitcoin mempertahankan area tersebut setelah seluruh informasi FOMC dicerna pasar akan memberikan gambaran lebih baik mengenai kekuatan permintaan.

Di sisi atas, pemulihan menuju area US$78 ribu akan menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Sebaliknya, pelemahan lanjutan setelah keputusan akan menandakan bahwa pasar masih melakukan repricing terhadap kombinasi suku bunga, kondisi likuiditas, dan risiko regulasi.

Untuk saat ini, FOMC merupakan katalis terdekat yang dapat mengubah struktur pasar secara cepat. Namun hasil keputusan perlu dibaca bersama dot plot, Treasury yields, dolar AS, dan respons Bitcoin setelah konferensi pers selesai, bukan hanya berdasarkan headline perubahan suku bunga.