CLARITY Act kembali menjadi salah satu risiko kebijakan utama bagi pasar crypto menjelang vote prosedural di Senat AS.
Perkembangan terbaru menunjukkan senator Demokrat belum menerima teks terbaru yang diajukan Partai Republik. Bloomberg Government melaporkan Demokrat menolak versi terbaru terutama karena keberatan terhadap ketentuan ethics. Pada saat yang sama, laporan CoinDesk menyebut kubu Demokrat mengirim counterproposal kepada Republik menjelang vote.
Ini penting karena perkembangan tersebut bukan sekadar perdebatan teknis atas rancangan undang-undang. Dukungan lintas partai menentukan apakah proses legislasi dapat bergerak melewati hambatan prosedural di Senat.
Apa yang sebenarnya akan diputuskan
Vote yang dijadwalkan bukan final passage dari CLARITY Act. Tahap yang dihadapi Senat adalah procedural vote yang menentukan apakah proses legislasi dapat dilanjutkan. Karena itu, hasil vote tidak boleh dibaca sebagai pengesahan atau penolakan final terhadap keseluruhan undang-undang.
Reuters sebelumnya melaporkan Republik merilis draft baru dengan perubahan yang dimaksudkan untuk menjawab sejumlah kekhawatiran Demokrat. Namun perkembangan terbaru menunjukkan kompromi tersebut belum cukup untuk menghasilkan kepastian dukungan bipartisan.
Ketidakpastian regulasi kembali meningkat
Bagi pasar crypto, isu terpenting bukan hanya isi satu amendment. CLARITY Act dipandang sebagai salah satu upaya besar untuk memperjelas pembagian kewenangan dan kerangka regulasi pasar aset digital di Amerika Serikat. Hambatan baru menjelang vote meningkatkan ketidakpastian mengenai timeline regulasi tersebut.
Prediction market juga menunjukkan ekspektasi yang masih rapuh. Kalshi melaporkan probabilitas CLARITY Act menjadi hukum pada akhir tahun berada sekitar 28 persen. Angka ini merupakan probabilitas pasar prediksi dan bukan estimasi resmi peluang legislasi.
Konteks pasar membuat perkembangan ini lebih sensitif
Regulatory uncertainty muncul ketika kondisi macro juga tidak ringan. Reuters melaporkan yield Treasury AS 10 tahun mencapai sekitar 5,03 persen, level tertinggi sejak 2007, sementara pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada keputusan minggu ini.
Bitcoin berada di sekitar area US$77 ribu pada perdagangan Selasa dan berada di bawah tekanan setelah sebelumnya mencoba mempertahankan area US$80 ribu. Kombinasi yield tinggi, ekspektasi kebijakan Fed yang lebih ketat, dan ketidakpastian legislasi membuat pasar crypto memasuki periode event risk yang padat.
Apa yang perlu diperhatikan berikutnya
Fokus berikutnya adalah apakah negosiasi terakhir menghasilkan dukungan yang cukup untuk melewati procedural vote. Perubahan posisi senator kunci, kompromi baru pada ethics provisions, perubahan jadwal, atau hasil vote dapat mengubah kembali ekspektasi pasar dalam waktu singkat.
Jika vote gagal, dampak terbesarnya kemungkinan bukan perubahan regulasi langsung karena CLARITY Act memang belum menjadi hukum. Risiko utamanya adalah mundurnya timeline kepastian regulasi dan berkurangnya ekspektasi bahwa kerangka market structure crypto dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Sebaliknya, jika proses berhasil bergerak maju, itu juga belum berarti CLARITY Act otomatis menjadi hukum. Masih ada tahapan legislasi berikutnya yang harus diselesaikan.
Untuk saat ini, perkembangan politik ini layak diperlakukan sebagai active catalyst. Pasar menghadapi dua sumber risiko besar secara berdekatan, yaitu proses CLARITY Act dan keputusan FOMC. Reaksi Bitcoin terhadap area support terdekat serta perubahan yield dan dolar AS akan membantu menunjukkan apakah tekanan tetap terbatas atau mulai berubah menjadi risk-off yang lebih luas.
