Arah Regulasi Crypto AS Mulai Bergeser
Kegagalan CLARITY Act di Senat pada 15 September menjadi kemunduran besar bagi upaya membentuk kerangka hukum aset digital melalui Kongres. RUU tersebut gagal mencapai ambang 60 suara yang diperlukan untuk maju, sehingga ketidakpastian mengenai pembagian kewenangan dan struktur pasar crypto di Amerika Serikat belum terselesaikan melalui legislasi.
Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa proses regulasi tidak berhenti. CFTC telah meneruskan rancangan rulemaking terkait struktur pasar crypto ke Gedung Putih hanya dua hari setelah pemungutan suara CLARITY Act gagal. Isi lengkap rancangan tersebut belum dipublikasikan, sehingga dampak akhirnya terhadap bursa, token, dan pelaku pasar belum dapat dinilai secara pasti.
Dari Kongres ke Regulator
Perubahan jalur ini penting bagi pasar. Setelah kegagalan CLARITY Act, SEC dan CFTC tetap memiliki ruang untuk menggunakan kewenangan yang sudah tersedia untuk membentuk aturan operasional aset digital. Artinya, perkembangan regulasi crypto AS dalam beberapa bulan mendatang dapat lebih banyak datang dari rulemaking lembaga dibandingkan undang-undang baru.
Pendekatan tersebut dapat memberikan kemajuan lebih cepat pada beberapa area, tetapi memiliki keterbatasan. Aturan regulator tidak memberikan kepastian hukum yang sama kuatnya dengan legislasi Kongres dan lebih rentan terhadap perubahan pemerintahan maupun gugatan hukum.
Bitcoin Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan
Menariknya, pasar crypto tidak lagi bereaksi negatif terhadap kegagalan CLARITY Act seperti pada hari pemungutan suara. Bitcoin telah bergerak kembali ke atas US$85.000 dan mencapai level tertinggi sekitar delapan bulan. Rebound tersebut juga berlangsung ketika arus ETF spot membaik, posisi short mengalami likuidasi besar, dan tekanan dari harga minyak serta yield Treasury mulai berkurang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan crypto AS tetap menjadi faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penggerak harga. Likuiditas, permintaan institusional, positioning derivatives, dan kondisi makro masih memiliki pengaruh besar terhadap arah pasar.
Apa yang Perlu Dipantau
Fokus berikutnya adalah isi konkret rulemaking CFTC dan apakah SEC mengambil langkah paralel menggunakan kewenangan yang sudah dimilikinya. Pasar juga perlu melihat apakah pendekatan regulator dapat memberikan aturan yang cukup jelas mengenai perdagangan aset digital, klasifikasi aset, dan pengawasan platform tanpa dukungan legislasi baru dari Kongres.
Untuk saat ini, perkembangan tersebut lebih tepat dibaca sebagai perubahan jalur regulasi daripada penyelesaian masalah regulasi crypto AS. Kegagalan CLARITY Act menutup satu jalur penting, tetapi proses pembentukan aturan masih berjalan melalui lembaga federal.
