BitMine kembali menambah kepemilikan Ethereum dalam laporan terbarunya. Per 20 September 2026, perusahaan melaporkan 5.983.940 ETH dengan valuasi acuan US$2.688 per ETH. Jumlah tersebut setara sekitar 4,9% dari suplai Ethereum sebesar 122,1 juta ETH yang digunakan perusahaan dalam perhitungannya.
Dalam satu pekan, BitMine menambah 27.562 ETH. Dengan demikian, perusahaan menyatakan telah mencapai sekitar 98% dari target strategisnya untuk memiliki 5% suplai Ethereum.
Akumulasi Berlanjut di Tengah Penguatan ETH
Perkembangan ini penting karena pembelian tidak berdiri sebagai transaksi satu kali. BitMine menyatakan telah menambah ETH setiap pekan sejak strategi treasury Ethereum dimulai pada Juni 2025. Pola tersebut menciptakan sumber permintaan korporasi yang relatif konsisten pada saat Ethereum kembali menunjukkan momentum lebih kuat dibanding beberapa aset makro utama.
Meski demikian, kepemilikan treasury korporasi tidak dapat diperlakukan sebagai jaminan bahwa harga ETH akan terus menguat. Konsentrasi kepemilikan yang semakin besar juga membuat pasar lebih sensitif terhadap perubahan strategi perusahaan, kebutuhan likuiditas, atau keputusan untuk mengurangi eksposur di kemudian hari.
Lebih dari 5 Juta ETH Sudah Di-staking
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah struktur kepemilikannya. BitMine melaporkan 5.067.309 ETH telah ditempatkan dalam staking. Angka tersebut mencakup sekitar 85% dari total ETH yang dimiliki perusahaan.
ETH yang berada dalam staking tidak sama dengan suplai yang hilang secara permanen dari pasar. Namun, semakin besar jumlah aset yang ditempatkan untuk memperoleh imbal hasil jaringan, semakin relevan dampaknya terhadap jumlah ETH yang tersedia secara langsung untuk diperdagangkan.
Perusahaan memperkirakan pendapatan staking tahunan sekitar US$357 juta berdasarkan posisi saat ini. Jika seluruh kepemilikan ETH ditempatkan dalam staking dengan asumsi tingkat imbal hasil yang digunakan perusahaan, estimasinya dapat meningkat menjadi sekitar US$421 juta per tahun.
Implikasi bagi Struktur Ethereum
Kepemilikan hampir 6 juta ETH oleh satu perusahaan publik menunjukkan bahwa model treasury aset digital telah berkembang melampaui Bitcoin. Ethereum menawarkan karakteristik berbeda karena aset treasury juga dapat menghasilkan imbal hasil melalui staking.
Hal ini dapat menciptakan dua efek sekaligus. Pertama, permintaan korporasi dapat menyerap sebagian suplai yang tersedia. Kedua, staking memberikan insentif bagi pemegang besar untuk mempertahankan aset lebih lama dibanding strategi treasury yang sepenuhnya pasif.
Namun, konsentrasi tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Ketika satu entitas menguasai porsi suplai yang besar, keputusan perusahaan tersebut dapat menjadi faktor tambahan dalam dinamika likuiditas pasar.
Hubungan dengan Kondisi Pasar
Ethereum sebelumnya telah memperbaiki struktur harga setelah keluar dari fase konsolidasi, sementara permintaan institusional melalui produk investasi juga kembali meningkat. Akumulasi BitMine menambah satu lapisan dukungan fundamental terhadap narasi permintaan institusional tersebut.
Tetapi pasar masih sangat dipengaruhi Bitcoin dan kondisi makro. Penguatan dolar, perubahan ekspektasi suku bunga, kenaikan yield obligasi, atau pelemahan Bitcoin tetap dapat menekan Ethereum meskipun permintaan treasury korporasi bertahan.
Yang Perlu Dipantau Berikutnya
Fokus berikutnya adalah apakah BitMine benar-benar mencapai target 5% suplai Ethereum dan apakah pembelian tetap berlanjut setelah target tersebut tercapai. Perubahan laju staking juga penting karena menentukan seberapa besar kepemilikan treasury yang tetap aktif dalam mekanisme jaringan.
Untuk pasar Ethereum secara keseluruhan, kombinasi antara treasury korporasi, arus produk investasi, staking, dan kondisi likuiditas global akan lebih penting daripada satu pembelian mingguan secara terpisah.
