Bitcoin memasuki fase tekanan yang lebih jelas setelah gagal mempertahankan area US$79 ribu. Harga bergerak turun ke sekitar US$76 ribu pada 15 September, menjadikan pelemahan terbaru bukan lagi sekadar fluktuasi kecil di dalam konsolidasi sebelumnya.
Tekanan menjelang dua katalis besar
Pergerakan Bitcoin terjadi ketika pasar menghadapi dua sumber ketidakpastian dalam waktu yang berdekatan. Senat AS dijadwalkan melakukan cloture vote untuk CLARITY Act pada 15 September pukul 2.15 siang waktu AS bagian timur. Vote ini bersifat prosedural dan membutuhkan 60 suara untuk membuka jalan menuju pembahasan lebih lanjut, bukan final passage dari undang-undang tersebut.
Reuters melaporkan dukungan yang dibutuhkan masih belum pasti setelah perbedaan antara Demokrat dan Republik tetap bertahan, termasuk terkait ketentuan etika. Perkembangan tersebut membuat prospek legislasi crypto yang sebelumnya menjadi sumber optimisme kembali dipertanyakan.
Di saat yang sama, Federal Reserve sedang menjalankan pertemuan FOMC 15 sampai 16 September. Keputusan suku bunga akan menjadi katalis berikutnya bagi aset berisiko. Kondisi Treasury juga belum memberikan banyak ruang bagi pasar. Yield Treasury AS 10 tahun sempat menyentuh sekitar 5,04 persen pada perdagangan hari ini.
Struktur Bitcoin mulai tertekan
Penurunan dari area sekitar US$79 ribu menuju US$76 ribu menunjukkan seller kembali mengambil kendali dalam struktur jangka pendek. Area US$76 ribu kini menjadi wilayah penting karena kegagalan mempertahankannya dapat memperpanjang koreksi menuju support yang lebih rendah.
Sebaliknya, pemulihan kembali ke atas US$77 ribu hingga US$78 ribu akan menjadi indikasi awal bahwa tekanan jual mulai terserap. Area sekitar US$79 ribu hingga US$80 ribu tetap menjadi resistance penting yang perlu direbut kembali sebelum struktur jangka pendek dapat dinilai lebih konstruktif.
Likuidasi ikut memperbesar volatilitas
Data pasar yang dikutip sejumlah penyedia data menunjukkan likuidasi crypto dalam 24 jam telah mencapai lebih dari US$300 juta. Kondisi ini menunjukkan leverage ikut memperbesar pergerakan ketika harga turun. Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa likuidasi merupakan satu-satunya penyebab pelemahan karena tekanan saat ini muncul bersamaan dengan perubahan sentimen regulasi dan risiko macro.
Apa yang perlu diperhatikan berikutnya
Fokus terdekat berada pada hasil cloture vote CLARITY Act dan keputusan FOMC berikutnya. Hasil vote yang mengubah peluang legislasi secara signifikan dapat memengaruhi sentimen crypto bahkan sebelum keputusan Fed keluar.
Setelah itu, perhatian akan berpindah ke keputusan suku bunga, pernyataan FOMC, proyeksi kebijakan jika tersedia, serta konferensi pers Ketua Federal Reserve. Reaksi Treasury yields dan dolar AS setelah keputusan tersebut akan menjadi bagian penting dalam membaca apakah tekanan terhadap aset berisiko mulai mereda atau justru berlanjut.
Untuk saat ini, Bitcoin berada dalam kondisi yang lebih defensif dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Pasar belum memiliki satu katalis tunggal yang dapat menjelaskan seluruh penurunan, tetapi kombinasi ketidakpastian regulasi, yield tinggi, tekanan energi, positioning, dan risiko FOMC memberikan konteks yang cukup kuat terhadap peningkatan volatilitas.
