QERVI logo

Bitcoin Bertahan di Atas US$81.000 Saat Tekanan Minyak dan Yield Mulai Mereda

Bitcoin mempertahankan pemulihan di atas US$81.000 ketika harga minyak turun dan yield Treasury AS mulai menjauh dari puncak terbaru. Kondisi finansial membaik secara marginal, tetapi risiko inflasi dan pengetatan lanjutan Federal Reserve masih membatasi ruang optimisme.

Ilustrasi Bitcoin dengan grafik pasar global, Treasury AS, dan harga minyak yang menggambarkan pemulihan BTC di tengah meredanya tekanan makro #Sources
Ilustrasi Bitcoin dengan grafik pasar global, Treasury AS, dan harga minyak yang menggambarkan pemulihan BTC di tengah meredanya tekanan makro #Sources

Bitcoin mempertahankan area di atas US$81.000 pada 21 September setelah pemulihan pasar crypto berlanjut dari akhir pekan. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan perubahan yang cukup penting pada dua tekanan makro yang sebelumnya membebani aset berisiko, yaitu harga minyak dan yield obligasi pemerintah AS.

Perubahan Makro Mulai Memberi Ruang

Harga Brent turun lebih dari 2 persen menuju sekitar US$101 per barel, melanjutkan penurunan selama beberapa sesi. Penurunan premi risiko energi ikut mendorong yield Treasury AS lebih rendah. Yield tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,97 persen setelah sebelumnya sempat menembus area 5 persen.

Kombinasi tersebut mengurangi sebagian tekanan terhadap valuasi aset berisiko. Namun perubahan ini masih bersifat awal. Harga energi tetap tinggi secara historis dan risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.

Struktur Bitcoin Tetap Konstruktif tetapi Belum Bebas Risiko

Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan bertahan di atas US$81.000 meskipun Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga dan proyeksi kebijakan masih membuka ruang untuk pengetatan tambahan. Area sekitar US$82.000 tetap penting karena menjadi wilayah yang perlu dilewati secara berkelanjutan agar pemulihan jangka pendek berkembang menjadi struktur yang lebih kuat.

Sebaliknya, kehilangan kembali area US$80.000 akan menunjukkan bahwa permintaan belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum terbaru. Dalam kondisi tersebut, pasar dapat kembali sensitif terhadap perubahan yield, harga energi, dan ekspektasi suku bunga.

Likuiditas dan Permintaan Institusional

Pemulihan Bitcoin juga berlangsung ketika arus ke produk investasi Bitcoin kembali membaik. Hal ini membantu menjelaskan mengapa BTC mampu menunjukkan ketahanan relatif meskipun kondisi finansial AS masih ketat.

Namun arus institusional perlu dilihat bersama kondisi likuiditas yang lebih luas. Yield Treasury yang masih mendekati 5 persen tetap menyediakan alternatif dengan imbal hasil tinggi bagi modal global. Selama kondisi tersebut bertahan, ekspansi valuasi crypto kemungkinan tetap membutuhkan permintaan spot yang konsisten.

Risiko Kebijakan AS Belum Hilang

Kegagalan CLARITY Act memperoleh dukungan yang diperlukan di Senat masih meninggalkan ketidakpastian mengenai kerangka regulasi pasar crypto AS. Perkembangan dari SEC dan CFTC tetap relevan karena kedua lembaga tersebut akan memainkan peran lebih besar selama belum ada kerangka legislatif baru yang komprehensif.

Outlook

Kondisi Bitcoin membaik dibanding fase tekanan sebelumnya karena minyak dan yield mulai turun secara bersamaan. Namun perubahan tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa hambatan makro telah selesai.

Selama Bitcoin mampu mempertahankan area US$80.000 dan tekanan dari yield tidak kembali meningkat, struktur pemulihan tetap terjaga. Area sekitar US$82.000 menjadi level penting untuk menilai apakah permintaan mampu memperluas pemulihan. Di sisi lain, kenaikan kembali minyak atau Treasury yield dapat dengan cepat mengembalikan tekanan terhadap aset berisiko.

Fokus pasar berikutnya adalah data aktivitas ekonomi AS, perkembangan harga energi, komunikasi pejabat Federal Reserve, serta data PCE pada akhir September yang dapat kembali mengubah ekspektasi jalur suku bunga.