Bitcoin memasuki awal pekan dengan struktur yang lebih kuat dibanding pertengahan September setelah berhasil kembali ke atas area US$80.000. Pemulihan tersebut terjadi meski lingkungan makro belum berubah menjadi lebih ramah bagi aset berisiko.
Kondisi Makro Masih Menjadi Hambatan
Yield Treasury AS tenor dua tahun berada di sekitar 4,76 persen setelah panduan Federal Reserve yang tetap ketat. Pasar juga masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada pertemuan mendatang. Kondisi ini menjaga biaya modal tetap tinggi dan berpotensi membatasi ekspansi valuasi aset berisiko, termasuk crypto.
Harga minyak masih berada di atas US$100 per barel meski sedikit melemah pada perdagangan Asia. Level energi yang tinggi tetap relevan karena dapat memperpanjang tekanan inflasi dan memperumit ruang kebijakan Federal Reserve.
BTC Menunjukkan Ketahanan Relatif
Di tengah tekanan tersebut, Bitcoin berhasil mempertahankan sebagian besar kenaikan setelah menembus US$80.000 pada akhir pekan lalu. Ketahanan ini penting karena rebound terjadi setelah pasar sebelumnya menghadapi kombinasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan kegagalan legislasi crypto utama di Senat AS.
Arus institusional kembali memberi dukungan. Produk ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus masuk setelah dua hari mengalami arus keluar. Pada saat yang sama, langkah regulator AS untuk membuka jalur perdagangan saham tokenisasi dan penyusunan aturan crypto baru membantu memperbaiki persepsi terhadap arah kebijakan meski kepastian legislatif jangka panjang belum terbentuk.
Struktur Harga yang Perlu Diperhatikan
Area US$80.000 sekarang menjadi referensi psikologis utama. Kemampuan Bitcoin bertahan di atas wilayah ini akan menentukan apakah rebound berkembang menjadi struktur pemulihan yang lebih stabil atau hanya menjadi relief rally setelah tekanan sebelumnya.
Di sisi atas, area sekitar US$82.000 hingga US$83.000 menjadi wilayah yang perlu diperhatikan karena pasar sebelumnya menunjukkan suplai di sekitar rentang tersebut. Penembusan yang bertahan di atas wilayah itu akan memperbaiki struktur jangka pendek.
Sebaliknya, kehilangan kembali area US$80.000 akan meningkatkan kemungkinan retest ke wilayah harga yang sebelumnya menjadi basis rebound. Risiko tersebut menjadi lebih besar apabila yield Treasury kembali naik atau harga energi kembali menguat.
Outlook
Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang relatif lebih konstruktif dibanding beberapa hari sebelumnya, tetapi belum terlepas dari tekanan makro. Ketahanan harga terhadap yield tinggi menunjukkan bahwa permintaan crypto belum sepenuhnya melemah, sementara perkembangan regulasi AS memberikan dukungan tambahan setelah kegagalan CLARITY Act.
Namun, lingkungan suku bunga tetap menjadi variabel utama. Selama yield Treasury dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve tetap tinggi, volatilitas dapat bertahan dan setiap penguatan Bitcoin masih perlu dikonfirmasi oleh kemampuan pasar mempertahankan struktur di atas US$80.000.
